Ubah Ban Motor Jadi Kecil Ternyata Bahaya dan Merugikan, Ini dia Bahayanya . .



Akan membuat ban dan suspensi cepat aus.

Ban merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor. Namun, akhir-akhir ini banyak pengguna sepeda motor mengganti ban motornya dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran standar pabrikan.
Modifikasi dengan mengganti ukuran ban standar dengan yang lebih kecil biasa menjadi pilihan pemilik skutik untuk mengubah penampilan. Hal ini dilakukan agar penampilan motor terlihat lebih gaya.

Tapi tahukan Anda jika hal tersebut sangat berbahaya. Salah satu konsekuensi yang harus ditanggung oleh pengendara adalah menurunnya kinerja suspensi motor dan juga kualitas ban.

Menurut Juni, penggawa bengkel Lamganda di Duren Sawit, Jakarta Timur, penggantian ban sepeda motor memang sedang marak, apalagi bagi pengendara pemula atau masih kategori remaja.

"Memang masih banyak penggunanya, rata-rata yang belum paham bagaimana menggunakan motor. Ban kecil kan memiliki risiko yang besar," kata Juni saat ditemui VIVA.co.id di Jakarta, Kamis, 12 Januari 2017.

Juni mengatakan, risiko yang harus ditanggung apabila ban motor diganti dengan ukuran ban yang kecil atau tidak standar yakni suspensi cepat rusak.

"Pertama, suspensi motor cepat rusak, karena kan ban kecil, yang tadinya normal, akibat ban terlalu kecil, terus sering kena lobang, suspensi akan cepat rusak," katanya menambahkan.

Selain itu, menurutnya, resiko berbahaya lain dari penggunaan ban motor cacing atau kecil yakni ketika hujan. Motor akan mudah tergelincir karena tidak dapat menanggung beban motor dan pengendara.

"Iya, motor akan mudah tergelincir pastinya, ukuran yang kecil kan tidak bisa menanggung beban dari pengendara dan motor. Bannya juga kan tipis, kalau kena lobang juga velgnya cepat bengkok," katanya.

Lebih lanjut, Juni menyarankan agar pemakaian ban motor cacing tidak dilakukan, hal ini menurutnya sangat beresiko akan kecelakaan yang lebih besar.

"Jangan digunakan lah ya tentunya, risiko ban pecah lebih besar, ban tergelincir, itu kan sangat berbahaya. Makanya disarankan mending menggunakan ban pabrikan saja."

Subscribe to receive free email updates: